Selasa, 09 September 2025

METODE PENELITIAN

PENGERTIAN METODE PENELITIAN

1.      METODE

         Metode merupakan cara atau langkah-langkah yang kita lakukan untuk mengerjakan sesuatu. Hal ini sesuai dengan pendapat Abdul Fatah Nasution (2023:1) mendefinisikan yaitu: “Metode adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Lebih lanjut Syafrida Hafni sahir (2021:5) mengungkapkan: “Metode adalah langkah atau kegiatan dalam informasi sehingga memperoleh data agar bisa diolah dan dianalisis”. Lebih lanjut Tamulina Br. Sembiring et al. (2024:1) menjelaskan: “Metode merupakan upaya untuk menyelidiki dan menggali suatu permasalahan secara cermat dan teliti”. 

2.      PENELITIAN

         Penelitian merupakan kegiatan mencari atau mengidentifikasi data untuk menghasilkan informasi yang akan di capai. Hal ini sesuai dengan pendapat Tamulina Br. Sembiring et al. (2024:1) mengungkapkan: “Penelitian merupakan suatu kegiatan yang melibatkan pemeriksaan yang teliti, penyelidikan, serta pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data secara sistematis dan objektif”. Lebih lanjut Rifa’i Abubakar (2021:1) mendefinisikan: “Penelitian adalah serangkaian kegiatan yang direncanakan untuk memperoleh data guna memberikan jawaban terhadap masalah-masalah tertentu dan kemudian menemukan kesimpulan-kesimpulan yang diinginkan”. Lebih lanjut Imam Machali (2021:2) menjelaskan: “Penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip- prinsip; suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu”.

3.     METODE PENELITIAN

Metode penelitian adalah langkah untuk memperoleh sesuatu hal yang akan di cari secara sistematis dan terstruktur. Hal ini sesuai dengan pendapat Syafrida Hafni sahir (2021:1) mendefinisikan: “Metode penelitian merupakan serangkaian kegiatan dalam mencari kebenaran suatu studi penelitian, yang diawali dengan suatu pemikiran yang membentuk rumusan masalah sehingga menimbulkan hipotesis awal, dengan dibantu dan persepsi penelitian terdahulu, sehingga penelitian bisa diolah dan dianalisis yang akhirnya membentuk suatu kesimpulan”. Lebih lanjut Dameria Sinaga (2023:4) mengungkapkan: “Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Lebih lanjut Rifa’i Abubakar (2021:2) menjelaskan: “Metode penelitian adalah upaya menyelidiki dan menelusuri sesuatu masalah dengan menggunakan cara kerja ilmiah secara cermat dan teliti untuk mengumpulkan, mengolah, melakukan analisis data dan mengambil kesimpulan secara sistematis dan objektif guna memecahkan suatu masalah atau menguji hipotesis untuk memperoleh suatu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan manusia”.

 

JENIS PENELITIAN

1)  PENGGUNAAN

a.  Penelitian Dasar

Menurut Jujun S. Sumantri menyatakan bahwa penelitian dasar bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang belum pernah diketahui sebelumnya belum pernah diketahui.

b.  Penelitian Evaluasi

Menurut (sujarweni 2015,15) penelitian evaluasi adalah penelitian yang bertujuan untuk membandingkan suatu produk, kejadian, kegiatan yang sudah dijalankan dengan standar yang sudah ditetapkan sebelumnya apakah sudah sesuai standar atau melebihi atau belum.

 

c.   Penelitian Pengembangan

 

Menurut Seels dan Richey dalam Achmad Noor Fatirul dan Djoko Adi Walujo (2022:7) mengemukakan bahwa penelitian pengembangan adalah penelitian yang mengkaji tentang desain, pengembangan dan evaluasi program, proses dan produk pembelajaran secara sistematis dengan memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan efektifitas.

d.  Penelitian Aksi

Menurut Suharsimi Arikunto (2010) penelitian tindakan kelas merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah subjek yang menjadi sasaran yaitu peserta didik, bertujuan memperbaiki situasi pembelajaran di kelas agar terjadi peningkatkan kualitas pembelajaran.

e.   Penelitian Terapan

Menurut (surjaweni 2015,13) Penelitian yang dipergunakan untuk memecahkan masalah yang ada di suatu tempat misalnya organisasi, instansi, perusahaan. Penelitian terapan dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang permasalahan yang khusus atau untuk membuat keputusan tentang suatu tindakan atau kejadian khusus.

2)  PENDEKATAN

a.   Kuantitatif

Menurut (Sujarweni 2015,12) penelitian kuantitatif adalah penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunkan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran). Pendekatan kuatitatif memusatkan perhatian pada gejala-gejala yang mempunyai karakteristik tertentu di dalam kehidupan manusia yang dinamakannya sebagai variabel. Dalam pendekatan kuatitatif hakikat hubungan di antara variabel variabel dianalisis dengan menggunakan teori yang objektif".

b.  Kualitatif

Menurut (Strauss dan Corbin 1997) dalam (Sujarweni 2015,11) yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunkan prosedur- prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran).

3)  BIDANG ILMU

a.   Penelitian Pendidikan

Menurut Muhammad Ali (dalam Hadi dan Haryono, 2005:10) adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secar hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.

b.      Penelitian Agama

Menurut A. Mukti Ali, penelitian agama suatu pembahasan metode dan sistem memandang agama sebagai sistem doktrin maupun gejala sosial.

 

c.   Bidang Ilmu lain

 

Menurut para ahli seperti Leedy & Ormord, Sugiyono dan Sutrisno Hadi, penelitian adalah proses sistematis, kritis, dan metodologis yang bertujuan untuk menemukan, mengembangkan, menguji, dan memecahkan kebenaran suatu pengetahuan melalui pengumpulan dan analisis data secara objektif untuk memperoleh informasi yang berguna dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

4)  TEMPAT PELAKSANAAN

 

a.   Penelitian Kepustakaan

 

Menurut Sugiyono, penelitian kepustakaan adalah penelitian yang lebih mengutamakan kajian teoritis dan referensi lain yang berkaitan dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada lingkup sosial yang diteliti.
 

b.  Penelitian Lapangan

 

Menurut Dedy Mulyana penelitian lapangan (field Research) adalah jenis penelitian yang mempelajari fenomena dalam lingkungannya yang alamiah. Untuk itu, data primernya adalah data yang berasal dari lapangan. Sehingga data yang didapat benar-benar sesuai dengan realitas mengenai fenomena- fenomena yang ada di lokasi penelitian tersebut 

 

c.   Penelitian Laboratorium

 

Menurut Nuryani R, laboratorium adalah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan dilakukan. Dalam pengertian sempit, laboratorium sering diartikan sebagai ruang atau tempatang berupa gedung yang dibatasi oleh dinding dan atap yang didalamnya terdapat sejumlah alat dan bahan praktikum. 

 

5)  KARAKTERISTIK MASALAH

 

a.  Penelitian Historis

 

Menurut Sjamsuddin (2007:17) metode historis adalah suatu proses pengkajian, penjelasan dan penganalisaan secara kritis terhadap rekaman serta peninggalan masa lampau.

 

b.  Penelitian Deskriptif

 

Menurut (Sujarweni 2015,16) penelitian deskriptif adalah Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai masing-masing variabel baik satu variabel atau lebih sifatnya independen tanpa membuat hubungan maupun perbadingan dengan variabel yang lain. 

 

c.   Penelitian Korelasional

 

Menurut Fraenkel dan Wallen Mendefinisikan penelitian korelasional sebagai penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara satu variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk memengaruhi atau memanipulasi variabel tersebut.

d.   Penelitian Eksperimen

 

Menurut Suharsimi Arikunto (2010) Penelitian eksperimen adalah cara mencari hubungan sebab-akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi faktor-faktor lain yang mengganggu. 

 

e.   Penelitian Komparatif

 

Menurut (Sujarweni 2015,16) penelitian komparatif adalah Penelitian yang bersifat membandingkan variabel yang satu dengan variabel yang lain atau variabel satu dengan standar.

 

PENGERTIAN POPULASI, SAMPEL DAN JENIS-JENIS SAMPEL 

1) POPULASI

    Populasi merupakan keseluruhan objek/subjek penelitian. Populasi menurut Sugiyono (2017:215) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut Suryani dan Hendryadi (2015:190) populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau benda yang memiliki karakteristik tertentu dan dijadikan objek penelitian. Menurut Djarwanto (1994: 420) dalam Iskandar (2020), Populasi merupakan skor keseluruhan dari individu yang karakteristiknya hendak diteliti dan satuan-satuan tersebut dinamakan unit analisis, dan dapat berupa orang-orang, institusi-institusi, benda-benda.

2) SAMPEL

    Sampel merupakan bagian dari populasi yang digunakan untuk penelitian. Menurut Sugiyono (2017:215) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Jumlah unit dalam sampel dilambangkan dengan notasi n. Menurut Prof.Dr.Sugiyono (2013:81) Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Somantri (2006:63) mengemukakan sampel adalah bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya.

Teknik Pengambilan Sampel

Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Pengambilan sampel harus dilakukan sehingga diperoleh sampel (contoh) yang benar-benar dapat berfungsi sebagai contoh, atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya.

Secara  skematis, menurut Sugiyono (2008: 119) teknik sampling dapat dipetakan sebagai berikut:

1) Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Menurut Sugiyono (2008:120). Teknik sampling ini, meliputi: Simple random sampling, Proportionate stratified random sampling, Disproportionate stratified random sampling, dan Area (cluster) sampling.

a. Simple Random Sampling

Simple Random Sampling atau sampel acak secara sederhana adalah bahwa setiap anggota dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Dengan demikian maka peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan dipilih menjadi sampel (Arikunto, 2008: 134).

b. Proportionate Stratified Random Sampling

Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Sebagai contoh, sebuah penelitian tentang hubungan antara tingkat pendidikan dan produktifitas kerja di sebuah perusahaan dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Populasi penelitian ini sebesar 500 orang dengan tingkat pendidikan yang beragam, yaitu: SMA = 300 orang, D3 = 100 orang, S1 = 75 orang dan S2 = 25 orang. Untuk mendapatkan sampel yang memadai secara proposional maka dilakukan pengambilan sampel secara stratifikasi dengan cara sebagai berikut:

 

Jadi sampel yang diambil setiap strata

 

c. Disproportionate Stratified Random Sampling 

Disproportionate stratified random sampling adalah teknik sampling yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel, jika populasi berstrata tetapi kurang proporsional.

d. Area (cluster) Random Sampling (sampling menurut daerah)

Cluster Random Sampling (pengambilan sampel secara berkelompok/daerah) ini digunakan apabila populasi cukup besar, sehingga perlu dibuat beberapa kelas atau kelompok. Dengan demikian, dalam sampel ini unit analisisnya bukan individu tetapi kelompok atau kelas yang terdiri atas sejumlah individu. Nana Sudjana dan Ibrahim (1989:92). 

2) Non Probability Sampling

Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak member peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2008:122). Pengambilan sampel ini hanya didasarkan pada segi kepraktisan belaka. Metode ini mencakup beberapa teknik antara lain:

a. Systematics Sampling (Pengambilan sampel secara sistematis)

Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Dari semua anggota itu diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. Selanjutnya pengambilan sampel dilakukan dengan memilih nomor urut ganjil, atau genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu, seperti bilangan 5 dan lainnya. Contoh jumlah populasi 100, sampel yang diinginkan 25, maka intervalnya 100 : 25 = 4, maka anggota populasi yang terkena sampel adalah setiap elemen yang mempunyai nomor kelipatan 4, yakni 4, 8, 12, 16 dan seterusnya sampai mencapai jumlah 25 anggota sampel. Contoh sebagaimana gambar berikut: 

 

 b. Sampling Kuota/Berjatah (Quota Sampling)

Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Menurut Arikunto (2006: 141), teknik sampling ini dilakukan tidak mendasarkan diri pada strata atau daerah, tetapi mendasarkan diri pada jumlah yang sudah ditentukan.

 c. Sampling Incidental (pengambilan sampel seadanya/kebetulan)

Sampling incidental (incidental sampling) adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/ incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Nana Sudjana dan Ibrahim (1989: 95), teknik pengambilan sampel ini secara serampangan tanpa ada perencanaan yang seksama.

 d. Purposive Sampling (Pengambilan Sampel Berdasarkan Pertimbangan)

Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dilakukan oleh peneliti sendiri yang didasarkan pada ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Misalnya akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan. Penelitian tentang kondisi sosial politik di sebuahaerah, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli politik. Penelitian tentang pertumbuhan ekonomi, maka sampel yang menjadi sumber datanya adalah ahli ekonomi.

e. Exhaustive Sampling (Sampling Jenuh/Sensus)

Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

 f. Snowball Sampling

Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman- temannya untuk dijadikan sampel (Sugiyono, 2008: 125). Dalam penentuan sampel, pertama-tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena dengan dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu sebelumnya. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

METODE PENELITIAN

PENGERTIAN METODE PENELITIAN 1.      METODE           Metode merupakan cara atau langkah-langkah yang kita lakukan untuk mengerjakan sesuatu...