Rabu, 29 November 2023

JURUS SENI TUNGGAL DALAM PENCAK SILAT

 

  

    Jurus tunggal adalah suatu rangkaian gerakan dalam pencak silat yang telah dibakukan oleh pesilat dimana gerakkannya terdiri dari 100 gerakan. Dalam suatu pertandingan jurus ini dipergunakan untuk kategori seni tunggal. Peragaan yang dilakukan dalam jurus ini dilakukan oleh satu orang pesilat. 

    Pencak silat dengan kategori seni tunggal adalah pertandingan dalam pencak silat yang dilakukan oleh 1 kubu dengan isi dari pertandingannya adalah menampilkan rangkaian jurus wajib yang sudah dibakukan. Rangkaian jurus tunggal dalam pertandingan seni tunggal ini terdapat beberapa jurus antara lain: 7 jurus dengan tangan kosong, 3 jurus dengan senjata golok, dan 4 jurus dengan menggunakan senjata toya.

    Kategori pertandingan seni tunggal dipimpin oleh juri sebanyak 5 orang yang bertugas untuk menilai setiap gerakan jurus peragaan oleh pesilat. Apabila dijumlah total, gerakan yang dinilai pada kategori seni tunggal sebanyak 100 gerak. Apabila seorang pesilat melakukan kesalahan gerak maka dari nilai 100 yang didapatkan akan mendapat pengurangan nilai kesalahan. Nilai kesalahan itu disebut dengan nilai kebenaran gerak. 

    Penilaian dalam peragaan seni tunggal selain itu juga terdapat nilai kemantapan atau nilai stamina. Semakin pesilat itu melakukan gerak jurus dengan baik dan benar maka semakin tinggi pula nilainya. Penentuan kemenangan dari kategori seni tunggal ini dengan menggunakan cara melihat rata- rata nilai tertinggi pesilat.

Gerakan jurus tunggal tangan kosong

Di dahului dengan pembuka

 
 
Jurus 1 
  • Mundur kaki kiri, sikap pasang selup kanan
  •  Maju kaki kiri tepuk sisir kedua kaki rapat, maju kaki kanan dobrak
  • Tangkapan kanan tarik kerusuk kanan
  • Angkat lutut kiri patahkan dengan 2 lengan
  • Tendangan loncat kanan lurus / depan
  • Taruh kaki kanan disamping kanan, ubah badan ke arah kiri, pukul depan kanan tangan kiri menangkis samping
  • Tolak tangan kiri, pasang rendah kaki didepan

Jurus 2

  • Interval balik arah kiri, sikap pasang kuda belakang
  • Maju kaki kanan, tangkapan kanan siku kiri arah samping, kaki miring
  • Tendangan dengan kiri
  • Pukulan depan kanan, tangan kiri tangkis samping, kaki kiri depan miring
  • Maju kaki kanan, tangkap tangan kanan, sikuan atas kiri
  • Putar badan kesamping kiri bawah duduk, lutut kanan dibawah

Jurus 3 

  • Interval langkah silang depan kaki kanan, langkah kiri mundur, balik arah sikap pasang angkat kaki kanan
  • Tangkis tengah
  • Maju samping kanan, pukulan samping kanan
  • Tendangan sabit kiri arah depan
  • Kaki kiri sapuan rebah belakang

Jurus 4

  • Interval sikap pasang samping kanan atas
  • Tangkis lengan, langkah lipat
  • Pukulan samping kiri.
  • Siku kanan miring, kaki kiri depan
  • Tendangan "T" kanan depan
  • Colok kanan
  • Tangkisan galang atas, posisi jari tangan terbuka

Jurus 5

  • Interval arah samping kiri, sikap pasang serong
  • Maju kaki kanan pukulan totok kanan
  • Egos kaki kanan pukulan bandul kiri.
  • Egos kaki kiri, kuda-kuda tengah tangkisan galang
  • Kaki rapat pukulan kanan
  • Buka kaki kiri kuda-kuda tengah elakan mundur

Jurus 6

  • Interval balik arah kanan kebelakang
  • Putar badan kedepan sikap pasang samping, kuda-kuda depan kiri
  • Balik belah bumi angkat kaki kanan
  • Lompatan cenckraman kanan.
  • Sapuan tegakkanan
  • Gejig kanan
  • Putar kaki kanan, sikap garuda samping kanan
  • Putar badan kekiri, tangkisan 2 tangan arah kiri

Jurus 7

  • Egos kaki kanan ke belakang, sikap pasang menyamping
  • Kibas kanan
  • Kakin kanan sikuan kanan
  • Pukulan punggung tangan kanan
  • Putar badan, tendangan "T" belakang kiri
  • Lompat ke belakang, miring ke kanan
  • Sapuan rebah depan
  • Putar badan kedepan
  • Sikap duduk
  • Tendangan kuda guntingan

 

 

Selasa, 28 November 2023

PERATURAN PERTANDINGAN DALAM PENCAK SILAT

 

1. Aturan Bertanding

  • Kedua atlet silat harus memenuhi pembelaan (hindaran, elakan, dan tangkisan), serangan pada sasaran (tangan dan kaki), menjatuhkan lawan, dan mengunci lawan.
  • Dilakukan dalam tiga babak. Setiap babak memiliki durasi dua menit dan diselingi satu menit istirahat
  • Setiap atlet diwajibkan melakukan serangan berpola, mulai dari sikap awal, pasangan, hingga koordinasi gerakan dan kembali ke sikap awal.

2. Peraturan Penskoran dalam Pencak Silat

  • Nilai 1 jika elakan atau tangkisan berhasil dan disusul dengan pukulan yang berhasil masuk ke dalam area tubuh lawan atau teknik jatuhan berhasil dilakukan.
  • Nilai 2 jika serangan kaki berhasil mengenai lawan.
  • Nilai 3 jika berhasil membuat lawan jatuh.
  • Nilai 4 jika berhasil membuat lawan terkunci.

3. Sasaran

Hal yang dapat dijadikan sebagai sasaran sah dan bernilai adalah “Togok”, yaitu bagian tubuh kecuali leher ke atas dan pusat kemaluan, seperti dada, perut (pusat ke atas), rusuk kiri dan kanan, punggung atau badan belakang.

Bagian tungkai dan lengan dapat dijadikan sasaran serangan antara dalam usaha menjatuhkan, namun tidak memiliki nilai sebagai sasaran perkenaan.

4. Ketentuan Kemenangan

Peraturan dalam olahraga pencak silat selanjutnya adalah berkaitan dengan ketentuan kemenangannya. Berikut adalah teknik dan peraturan pencak silat:

Menang Angka: jika juri telah memberikan kemenangan kepada satu pesilat dalam tiga babak pertandingan selesai, di mana pesilat tersebut memperoleh angka yang jumlahnya lebih banyak dibanding lawannya.

  • Menang Teknik: apabila lawan tidak dapat melanjutkan pertandingan dikarenakan keputusan dokter pertandingan, tidak dapat meneruskan pertandingan, dan atas permintaan pelatihnya.
  • Menang Mutlak: Jika pemain lawan jatuh secara sah terkena serangan. Bahkan, setelah wasit menghitung sebanyak 10 detik namun tidak sadarkan diri.
  • Menang Diskualifikasi: Apabila pemain lawan memperoleh peringatan sebanyak tiga kali, menerima hukuman diskualifikasi karena melakukan pelanggaran berat. Lalu, tidak dapat melanjutkan pertandingan karena cedera atau melakukan pelanggaran tingkat pertama.
  • Menang dikarenakan pertandingan dalam keadaan tidak seimbang.
  • Menang dikarenakan pemain lawan mengundurkan diri atau tidak hadir dalam pertandingan.

5. Larangan

Larangan yang dinyatakan sebagai pelanggaran dalam pencak silat adalah:

Pelanggaran Berat

  • Menyerang bagian tubuh yang tidak sah, yakni leher, kepala, serta bawah pusat hingga kemaluan dan mengakibatkan lawan cedera atau jatuh.
  • Usaha mematahkan persendian secara langsung.
  • Sengaja mematahkan persendian secara langsung, membenturkan kepala, dan menyerang dengan kepala.
  • Menyerang lawan sebelum aba-aba “MULAI” dan menyerang sesudah aba-aba “BERHENTI” dari wasit, kemudian menyebabkan lawan cedera.
  • Melakukan penyimpangan terhadap aturan bertanding setelah mendapat peringatan pertama karena pelanggaran tersebut.

Pelanggaran Ringan

  • Tidak menggunakan pola langkah dan sikap pasang.
  • Keluar dari gelanggang secara berturut-turut, yaitu dari dua kali dalam satu babak.
  • Merangkul lawan dalam proses pembelaan.
  • Melakukan serangan dengan teknik sapuan sambil merebahkan diri berulang kali dengan tujuan untuk mengulur waktu.

METODE PENELITIAN

PENGERTIAN METODE PENELITIAN 1.      METODE           Metode merupakan cara atau langkah-langkah yang kita lakukan untuk mengerjakan sesuatu...