Selasa, 28 November 2023

PERATURAN PERTANDINGAN DALAM PENCAK SILAT

 

1. Aturan Bertanding

  • Kedua atlet silat harus memenuhi pembelaan (hindaran, elakan, dan tangkisan), serangan pada sasaran (tangan dan kaki), menjatuhkan lawan, dan mengunci lawan.
  • Dilakukan dalam tiga babak. Setiap babak memiliki durasi dua menit dan diselingi satu menit istirahat
  • Setiap atlet diwajibkan melakukan serangan berpola, mulai dari sikap awal, pasangan, hingga koordinasi gerakan dan kembali ke sikap awal.

2. Peraturan Penskoran dalam Pencak Silat

  • Nilai 1 jika elakan atau tangkisan berhasil dan disusul dengan pukulan yang berhasil masuk ke dalam area tubuh lawan atau teknik jatuhan berhasil dilakukan.
  • Nilai 2 jika serangan kaki berhasil mengenai lawan.
  • Nilai 3 jika berhasil membuat lawan jatuh.
  • Nilai 4 jika berhasil membuat lawan terkunci.

3. Sasaran

Hal yang dapat dijadikan sebagai sasaran sah dan bernilai adalah “Togok”, yaitu bagian tubuh kecuali leher ke atas dan pusat kemaluan, seperti dada, perut (pusat ke atas), rusuk kiri dan kanan, punggung atau badan belakang.

Bagian tungkai dan lengan dapat dijadikan sasaran serangan antara dalam usaha menjatuhkan, namun tidak memiliki nilai sebagai sasaran perkenaan.

4. Ketentuan Kemenangan

Peraturan dalam olahraga pencak silat selanjutnya adalah berkaitan dengan ketentuan kemenangannya. Berikut adalah teknik dan peraturan pencak silat:

Menang Angka: jika juri telah memberikan kemenangan kepada satu pesilat dalam tiga babak pertandingan selesai, di mana pesilat tersebut memperoleh angka yang jumlahnya lebih banyak dibanding lawannya.

  • Menang Teknik: apabila lawan tidak dapat melanjutkan pertandingan dikarenakan keputusan dokter pertandingan, tidak dapat meneruskan pertandingan, dan atas permintaan pelatihnya.
  • Menang Mutlak: Jika pemain lawan jatuh secara sah terkena serangan. Bahkan, setelah wasit menghitung sebanyak 10 detik namun tidak sadarkan diri.
  • Menang Diskualifikasi: Apabila pemain lawan memperoleh peringatan sebanyak tiga kali, menerima hukuman diskualifikasi karena melakukan pelanggaran berat. Lalu, tidak dapat melanjutkan pertandingan karena cedera atau melakukan pelanggaran tingkat pertama.
  • Menang dikarenakan pertandingan dalam keadaan tidak seimbang.
  • Menang dikarenakan pemain lawan mengundurkan diri atau tidak hadir dalam pertandingan.

5. Larangan

Larangan yang dinyatakan sebagai pelanggaran dalam pencak silat adalah:

Pelanggaran Berat

  • Menyerang bagian tubuh yang tidak sah, yakni leher, kepala, serta bawah pusat hingga kemaluan dan mengakibatkan lawan cedera atau jatuh.
  • Usaha mematahkan persendian secara langsung.
  • Sengaja mematahkan persendian secara langsung, membenturkan kepala, dan menyerang dengan kepala.
  • Menyerang lawan sebelum aba-aba “MULAI” dan menyerang sesudah aba-aba “BERHENTI” dari wasit, kemudian menyebabkan lawan cedera.
  • Melakukan penyimpangan terhadap aturan bertanding setelah mendapat peringatan pertama karena pelanggaran tersebut.

Pelanggaran Ringan

  • Tidak menggunakan pola langkah dan sikap pasang.
  • Keluar dari gelanggang secara berturut-turut, yaitu dari dua kali dalam satu babak.
  • Merangkul lawan dalam proses pembelaan.
  • Melakukan serangan dengan teknik sapuan sambil merebahkan diri berulang kali dengan tujuan untuk mengulur waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

METODE PENELITIAN

PENGERTIAN METODE PENELITIAN 1.      METODE           Metode merupakan cara atau langkah-langkah yang kita lakukan untuk mengerjakan sesuatu...